Waduh!! Nasi Bekalku Jatuh

21 08 2008

Pagi tanggal 21 Agustus 2008. Cuaca cukup mendung setelah malamnya diguyur hujan. Kondisi yang nyaman untuk bersepeda ke kantor. Pagi itu aku sudah menyiapkan segala macam perlengkapan untuk gowes. Bahkan seperti biasa mba Uti udah nyiapin 2 porsi nasi lengkap dengan lauk dan sayurannya di dalam beberapa kotak Tupperware. Selama sebulan ini saya selalu membawa 2 porsi, untuk saya dan Florian, teman lama dari Jerman yang jadi konsultan di kantor. Nasi bekal yang dimasukkan ke dalam kantong plastik tersebut selalu aku letakkan di boncengan bagian belakang dengan diikat semacam tali karet (semacam tali elastis yang dulu digunakan oleh pak guru untuk mengikat map dan dokumen di belakang motor). Kali itu, mba uti nambahin sebungkus risoles yang bisa dimakan bersama2 dengan teman makan siang. Jadi bungkusannya menjadi lebih besar dari biasanya. Dan untuk mengantisipasinya saya menambahkan tali elastis untuk lebih aman. Gowes pun menjadi lebih tenang. Semuanya berjalan aman, hingga di Pasar palimo. Di simpang Polda seperti biasa mulai terjadi sedikit kemacetan, dan memaksa saya untuk melewati jalan tanah di samping kiri jalan. Agak becek dan bergelombang. Hingga melewati lampu merah, semuanya tampak normal. Di depan POLDA terjadi kemacetan akibat pertemuan mobil dari 2 arah. Saya mencoba mencari jalan kiri dan keluar jalur beton. Tanah yang tidak rata kembali menunggu. Keinginan untuk lebih cepat dan mendahului kendaraan bermotor yang berjalan tersendat, mematahkan keraguan berjalan di tanah berbatu dan bergelombang. Hajar bleh….biar pengguna jalan lainnya ngiri karena kalah cepet dengan sepeda…… pikirku. Dengan semangat pejuang 45, ku gowes sepedaku seolah berjalan di jalan datar. Tiba-tiba terdengar suara aneh di belakangku…BLETUK. Saat kutengok, nasi bekalku ternyata jatuh. Sial, bukan apa-apa, malu banget orang-orang pada ngeliatin aku mungut nasi bekal. Untung tidak berserakan dan dilindes mobil, tambah malu lagi, orang-orang bisa jadi pada tau menuku hari ini.

Lesson learnt: Ngga usah sok-sokan di jalan, kalo naik sepeda ya ga usah sok ngebalap motor atau mobil lah. Keep cool aja, yang penting tiba dengan selamat dan nasi bekal untuk makan siang tetap tersaji.





Penyambutan Sepeda Obor Nusantara dan Kampanye Bersepeda Palembang

22 07 2008

Tanggal 23 dan 24 Juli 2008, Palembang mendapat kehormatan menjadi tempat persinggahan Sepeda Obor nusantara yang berawal dari kota Banda Aceh. Dengan persiapan seadanya, akibat koordinasi yang mendadak, tim Bike To Work Palembang berinisiatif untuk menyambut kedatangan obor tersebut.

Obor akan diserahterimakan dari Bupati Banyuasin kepada Walikota Palembang pada hari Rabu tanggal 23 Juli 2008 pukul 16.00 di Sukajadi Km 14. Selanjutnya pukul 16.30 obor akan dibawa dengan melakukan kirab sepeda. Tim Bike to Work Palembang akan mengikuti kirab obor hingga ke rumah kediaman Walikota di dekat Kambang Iwak.

Meeting Point Hari Rabu:

  1. Kantor SSFFMP Km 3,5 (sebelah LIA) pukul 15.00 (tersedia satu buah pickup untuk mengangkut sepeda)
  2. Simpang tanjung Api-api km 9 pukul 15.30 (langsung menggenjot sepeda menuju lokasi serah terima di KM 14).

Hari Kamis tanggal 24 Juli 2008 pukul 8.00 pagi, kembali diadakan kirab keliling kota Palembang dimulai dari kediaman Walikota di Kambang Iwak dan berakhir di Kantor Gubernur Sumsel. Selanjutnya pukul 11.30 akan dilaksanakan serahterima kepada Gubernur Sumsel.

Meeting point Hari Kamis:

  1. Kantor SSFFMP Km 3,5 pukul 7.30
  2. Depan rumah Walikota Palembang di Kambang iwak pukul 8.00

Dress code:

  1. Kaos Seragam
  2. Sepatu
  3. Celana training atau olahraga pendek selutut
  4. Helm dan perlengkapan keselamatan lainnya




Bike to Work…Walk to Home

4 07 2008

By : Wardah – Bike To Work Chapter Palembang

 

Selasa, 25 Juni 2008.

Selamat pagi matahari …..

Wah, pagi ini langit begitu cerah ..

Mubazir rasanya kalau suasana begini enak tidak dimanfaatkan sedemikian rupa.

Kulirik sudut rumahku …

Oww .. sepeda merahku sedang parkir dengan anggunnya, menunggu mencairnya hatiku untuk mengajaknya ke kantor seperti yang biasanya aku lakukan seminggu 2 kali. Read the rest of this entry »





Arungi Sungai Ayung

25 06 2008

Malam sebelumnya kita makan malam di pantai Jimbaran, yg sebagian besar menunya seafood. Pemandangannya cukup bagus karena tepat di pantai berpasir, sambil menikmati suara deburan ombak. Sayangnya malam itu sangat padat dipenuhi pengunjung dan banyak sekali asap yg memedihkan mata. Sebagian peserta indonesia mulai merasa ngga betah dan ingin segera beranjak pulang. Apalagi banyak penggila bola yang lebih baik istirahat di kamar untuk menunggu team bolanya bermain di kancah Euro 2008. Akhirnya kami yg berada di meja 39 sepakat untuk diri bersama sebagai pencetus gerakan “Ayo Pulang” dan berhasil mengumpulkan 19 org indon untuk pulang bareng. Cukup untuk pake satu bis dari 5 bus yang disediakan panitia.

Sampe di hotel, saya mulai packing dan segera ke tempat tidur untuk istirahat. Ngga sabar menunggu hari esok. Read the rest of this entry »





Pesan Ketua Umum Bike to Work: Obor Nusantara

6 06 2008

Alhamdulillah, atas ijinNya rekan kita Teddy yang diberi tugas untuk memimpin Rombongan Sepeda Obor Nusantara dengan Sepeda B2W di Jalur Indonesia Barat, hari Selasa pagi jam 8.00 telah berangkat ke
Aceh , dan rekan Mumuy yg diberi tugas untuk Jalur Indonesia Timur 1 tadi malam telah berangkat ke Merauke. Dibawah koordinasi chief Alfa mereka akan `berjuang’ mengkampanyekan Sepeda sebagai alat transportasi yang ramah lingkungan & Hemat energi.
Read the rest of this entry »





Menanam Pohon? Itu Biasa, Memeliharanya Baru Luar Biasa

4 06 2008

Selama ini upaya penanaman pohon semakin giat dipromosikan baik di tingkat nasional maupun di daerah. Namun seperti yang kita sering observasi sendiri, seringkali upaya penanaman tersebut hanya bersifat seremonial. Sementara urgensi dari penanaman itu sendiri, yaitu lingkungan yang hijau dan lestari, sering dilupakan. Memang kondisi tersebut seperti klise dan sudah lumrah terjadi, bahwa isu lingkungan hanyalah salah satu jargon pembangunan daerah dan menjadi bagian dari konsumsi politik. Hal ini seharusnya menjadi pemicu bagi kita untuk tetap peduli dan menunjukkan komitmen secara nyata. Read the rest of this entry »





Nenek Fatimah, Ujung Tombak Daur Ulang

3 06 2008

Setiap pagi, setelah saya memarkir sepeda di garasi kantor, seorang nenek tua yang berbaju lusuh, selalu menyapa. Tubuhnya yang renta tidak menyurutkan niatnya untuk melanjutkan mengumpulkan kertas-kertas yang berada di tempat sampah perkantoran di sekitar KM 3,5. Nenek Fatimah memiliki seorang suami yang juga memiliki profesi yang sama yaitu sebagai pemulung. Rendahnya penghasilan suami, memaksa nenek dengan 3 orang anak tersebut, juga membantu mencari nafkah. Pada hari-hari tertentu, mba Jum OG (Office Girl) di kantor SSFFMP membuang sampah kertas yang cukup banyak. Pada saat itu merupakan hari-hari yang ditunggu oleh nenek Fatimah untuk mengais rejeki. Read the rest of this entry »





Catatan Empat Mei

13 05 2008

Tiga hari sebelumnya, om Harun ngajakin keliling naik sepeda on road. Saya setuju aja, saolnya belum pernah nyobain yang jarak jauh. Minggu subuh tanggal 4 Mei, setelah solat subuh, si starlet abu-abu langsung didandanin supaya bisa bawa xtrada merah ku dan hot road kuning milik om Sidiq. Bike rack yang baru aja dipesen dari Toko Kamunang Cibinong ternyata cukup handal dan kuat untuk membawa 2 sepeda gunung di belakang mobil (thanks to om Dhani ti Bogor). Awalnya agak ragu, soalnya panjang sepeda masih melebihi lebar mobil. Takutnya kalo ga ati-ati bisa nyerempet atau nyangkut. Untungnya subuh itu jalanan sangat sepi. Read the rest of this entry »





Kampanye Perdana B2W di Palembang

8 04 2008

Minggu tanggal 6 April 2008, para B2Wers Palembang (Om Sidiq, Om Dedi, Om Harun,Om Risno, Nte Ade, Nte Iis, Om Hasan, Om Adong, Om Agus dan saya) melakukan sosialisasi dan kampanye penggunaan sepeda ke kantor. Dimulai dari Lapangan Parkir Bumi Sriwijaya, kami mulai menyebarkan leaflet yang baru aja dikirim oleh Sekretariat Pusat B2W.

Read the rest of this entry »





Bike To Work di Palembang

4 02 2008

5feb08b.jpgTanggal 1 Februari 2008 merupakan hari pertama saya pergi bekerja menggunakan sepeda. Pagi itu jam 06.30 saya sudah mempersiapkan diri untuk berangkat. Hampir saja saya mengurungkan niat saya akibat hujan deras yang mulai turun sekitar jam 7. Untungnya jam setengah delapan kurang hujan sudah berhenti, sehingga niat dan semangat saya untuk naik sepeda ke kantor kembali muncul.

Setelah pamit dengan keluarga, saya mulai mengayuh Xtrada merah ku. Menggunakan helmet, celana sepeda, sendal gunung dan backpack cover warna kuning terang, membuat saya merasa lebih nyaman dan aman. Ditambah lagi, lampu belakang yang kelap-kelip menambah ketenangan bersepeda di jalan raya di pagi yang agak mendung. Pokoknya sesuai saran B2Wers (para bike to worker), safety first. Read the rest of this entry »