Arungi Sungai Ayung

25 06 2008

Malam sebelumnya kita makan malam di pantai Jimbaran, yg sebagian besar menunya seafood. Pemandangannya cukup bagus karena tepat di pantai berpasir, sambil menikmati suara deburan ombak. Sayangnya malam itu sangat padat dipenuhi pengunjung dan banyak sekali asap yg memedihkan mata. Sebagian peserta indonesia mulai merasa ngga betah dan ingin segera beranjak pulang. Apalagi banyak penggila bola yang lebih baik istirahat di kamar untuk menunggu team bolanya bermain di kancah Euro 2008. Akhirnya kami yg berada di meja 39 sepakat untuk diri bersama sebagai pencetus gerakan “Ayo Pulang” dan berhasil mengumpulkan 19 org indon untuk pulang bareng. Cukup untuk pake satu bis dari 5 bus yang disediakan panitia.

Sampe di hotel, saya mulai packing dan segera ke tempat tidur untuk istirahat. Ngga sabar menunggu hari esok. Read the rest of this entry »





Pesan Ketua Umum Bike to Work: Obor Nusantara

6 06 2008

Alhamdulillah, atas ijinNya rekan kita Teddy yang diberi tugas untuk memimpin Rombongan Sepeda Obor Nusantara dengan Sepeda B2W di Jalur Indonesia Barat, hari Selasa pagi jam 8.00 telah berangkat ke
Aceh , dan rekan Mumuy yg diberi tugas untuk Jalur Indonesia Timur 1 tadi malam telah berangkat ke Merauke. Dibawah koordinasi chief Alfa mereka akan `berjuang’ mengkampanyekan Sepeda sebagai alat transportasi yang ramah lingkungan & Hemat energi.
Read the rest of this entry »





Menanam Pohon? Itu Biasa, Memeliharanya Baru Luar Biasa

4 06 2008

Selama ini upaya penanaman pohon semakin giat dipromosikan baik di tingkat nasional maupun di daerah. Namun seperti yang kita sering observasi sendiri, seringkali upaya penanaman tersebut hanya bersifat seremonial. Sementara urgensi dari penanaman itu sendiri, yaitu lingkungan yang hijau dan lestari, sering dilupakan. Memang kondisi tersebut seperti klise dan sudah lumrah terjadi, bahwa isu lingkungan hanyalah salah satu jargon pembangunan daerah dan menjadi bagian dari konsumsi politik. Hal ini seharusnya menjadi pemicu bagi kita untuk tetap peduli dan menunjukkan komitmen secara nyata. Read the rest of this entry »





Nenek Fatimah, Ujung Tombak Daur Ulang

3 06 2008

Setiap pagi, setelah saya memarkir sepeda di garasi kantor, seorang nenek tua yang berbaju lusuh, selalu menyapa. Tubuhnya yang renta tidak menyurutkan niatnya untuk melanjutkan mengumpulkan kertas-kertas yang berada di tempat sampah perkantoran di sekitar KM 3,5. Nenek Fatimah memiliki seorang suami yang juga memiliki profesi yang sama yaitu sebagai pemulung. Rendahnya penghasilan suami, memaksa nenek dengan 3 orang anak tersebut, juga membantu mencari nafkah. Pada hari-hari tertentu, mba Jum OG (Office Girl) di kantor SSFFMP membuang sampah kertas yang cukup banyak. Pada saat itu merupakan hari-hari yang ditunggu oleh nenek Fatimah untuk mengais rejeki. Read the rest of this entry »