Arungi Sungai Ayung

25 06 2008

Malam sebelumnya kita makan malam di pantai Jimbaran, yg sebagian besar menunya seafood. Pemandangannya cukup bagus karena tepat di pantai berpasir, sambil menikmati suara deburan ombak. Sayangnya malam itu sangat padat dipenuhi pengunjung dan banyak sekali asap yg memedihkan mata. Sebagian peserta indonesia mulai merasa ngga betah dan ingin segera beranjak pulang. Apalagi banyak penggila bola yang lebih baik istirahat di kamar untuk menunggu team bolanya bermain di kancah Euro 2008. Akhirnya kami yg berada di meja 39 sepakat untuk diri bersama sebagai pencetus gerakan “Ayo Pulang” dan berhasil mengumpulkan 19 org indon untuk pulang bareng. Cukup untuk pake satu bis dari 5 bus yang disediakan panitia.

Sampe di hotel, saya mulai packing dan segera ke tempat tidur untuk istirahat. Ngga sabar menunggu hari esok.

Jam 5 subuh saya udah banggun, solat mandi dan packing akhir. Nonton berita sebentar, lalu ke tempat om sidik untuk titip tas. Setelah sarapan dan checkout, sekitar jam stgh 8, seorang berseragam biro perjalanan mendekati saya sambil bertanya degan logat bali; “pak solichin ya?mau ikut rafting?” Akhirnay saya mengikutinya ke arah sebuah minivan. “Kita jemput tamu lainnya di hotel hyat yg letaknya juga di Nusa Dua resort”, katanya sambil mmperkenalkan namanya. Di hyat kita nunggu cukup lama. Kayanya bule2 yg ditunggu masih sarapan. Lumayan bete, tapi tetep ada hikmahnya, jadi ada waktu buat nulis artikel ini untuk di blog. Jam 8 lewat 15 suami istri berkebangsaan Rusia dan 2 anaknya yg lucu-lucu akhirnya datang. Mungkin karena ngurusin anak2nya dulu makanya mereka jadi telat. Yah namanya juga anak-anak harap maklum aja lah. Dari nusa dua kami menuju arah sangeh kec badung, sekitar 1,5 jam perjalanan dgn mobil.

Jam setengah 10 kami tiba di Ayung River Rafting (ARR). Setelah mendaftar dan membayar sebesar 35 USD, guide kami pak Bado mulai menyiapkan kebutuhan kami. Antara lain jaket pelampung, helmet dan dayung. Dia juga menyediakan karet untuk kacamata kami serta menyarankan untuk membawaserta kamera, hp dan dompet yg akan dimasukkan ke dalam tas anti air yang diletakkan di bagian belakang dan depan perahu. Pakaian ganti dititipkan kepada supir yg akan menjemput kami kembali di tempat finish. Fasilitas yang disediakan sudah termasuk antar jemput dari hotel, asuransi kecelakaan sebesar 100 Ribu USD, guide profesional, dan makan siang. Tapi belum termasuk cetak foto yang diambil oleh kameramen PT ARR di tengah2 perjalanan.

Jam 10 kami sudah di bibir sungai, pak bago menjelaskan rencana perjalanan, tehnik dasar rafting serta prosedur keselamatan. Instruksi akan diberikan oleh pak bago sebagai skipper, antara lain: forward = dayung ke depan, backward = dayung ke belakang, stop = berhenti dayung dan boomboom untuk memberitahu akan terjadi benturan keras. Kadang-kadang dia memberi instruksi juga dalam bahasa Rusia. Perjalanan sangat menyenangkan, apalagi keluarga Rusia ternyata juga cukup ramah. Dimar, Ela, Mischa 8th dan Ilya 4 th. Kami berhenti di beberapa tempat untuk berenang dan lompat dari tebing, berfoto di tebing penuh pahatan kisah ramayana, atau berenang di air terjun. Di tempat dgn jeram kecil, saya bahkan sempet melompat dari perahu untuk mengapung mencoba tehnik menyelamatkan diri jika terpental dari perahu. Seru banget.

Pemandangan yang masih asri dan tebing yang curam menjadikan nilai tambah dari perjalanan ini. Pohon rimbun menghalangi sinar matahri masuk sehingga tidak terlalu panas. Tidak adanya pemukiman disepanjang sungai menjadikan sungai ini tidak kotor dan tercemar limbah rumah tangga. Beda banget dgn sungai musi apalagi ciliwung, yang sebagian besar pemandangannya didominasi oleh rumah kumuh pinggir sungai.

Secara umum tingkat kesulitan sungai arung masih dibawah sungai Citarik Jawa barat. Riam-riam kecil cukup banyak namun tidak terlalu berbahaya apaalgi kalo bukan musim hujan. Sehingga sangat cocok buat keluarga atau pemula bahkan manula. Megan pasti seneng kalo diajak suatu saat nanti, Tania biar sama mamanya aja. Soalnya dia pasti masih takut, persis mirip mamanya.

Sekitar pukul 12, guide kami menunjuk sebuah jembatan bambu. “Dibalik jembatan itu merupakan finish point kita”, katanya menjelaskan. Disana sudah menunggu tim porter yang siap membawa seluruh peralatan rafting termasuk perahu yang sebelumnya dikempesin dulu. Setelah menanggalkan seluruh peralatan, kami naik ke restoran yang juga dikelola oleh ARR untuk mandi ganti pakaian dan makan siang. Driver yg menyimpan pakaian ganti kami sudah menunggu diatas. Semuanya berjalan lancar. Akhirnya saya diikutkan dgn mobil lain karena saya ingin menuju ke daerah kuta, tempat saya menginap malam ini.


Actions

Information

3 responses

26 06 2008
bibikpici

pantesan ga pna nulis lagi.. ternyata.. liburan to.. oalah.. oleh2nya mana pak?

3 07 2008
Aan

keren2 pengen kayak gituan :)

4 07 2008
alesklar

Bik Pici, banyak tuh oleh2nya……pakaian basah :D

Bos Aan, kalo mau kagek kito cari sungi di Sumsel yang pacak rafting, Nike juga siap caknyo. Aku pernah denger di hulu Musi masih bagus buat rafting.

Leave a comment