SEANDAINYA AKU – Ekonomi dan Lingkungan Sama Pentingnya
SEANDAINYA aku menjadi Wali Koread more…
SEANDAINYA AKU – Ekonomi dan Lingkungan Sama Pentingnya
SEANDAINYA aku menjadi Wali Koread more…
ISU perubahan iklim yang terkaread more…
FAKTA – Sepeda, setelah Sempat Terlupakan
PADA awal Februari 2008, seoraread more…
Pagi tanggal 21 Agustus 2008. Cuaca cukup mendung setelah malamnya diguyur hujan. Kondisi yang nyaman untuk bersepeda ke kantor. Pagi itu aku sudah menyiapkan segala macam perlengkapan untuk gowes. Bahkan seperti biasa mba Uti udah nyiapin 2 porsi nasi lengkap dengan lauk dan sayurannya di dalam beberapa kotak Tupperware. Selama sebulan ini saya selalu membawa 2 porsi, untuk saya dan Florian, teman lama dari Jerman yang jadi konsultan di kantor. Nasi bekal yang dimasukkan ke dalam kantong plastik tersebut selalu aku letakkan di boncengan bagian belakang dengan diikat semacam tali karet (semacam tali elastis yang dulu digunakan oleh pak guru untuk mengikat map dan dokumen di belakang motor). Kali itu, mba uti nambahin sebungkus risoles yang bisa dimakan bersama2 dengan teman makan siang. Jadi bungkusannya menjadi lebih besar dari biasanya. Dan untuk mengantisipasinya saya menambahkan tali elastis untuk lebih aman. Gowes pun menjadi lebih tenang. Semuanya berjalan aman, hingga di Pasar palimo. Di simpang Polda seperti biasa mulai terjadi sedikit kemacetan, dan memaksa saya untuk melewati jalan tanah di samping kiri jalan. Agak becek dan bergelombang. Hingga melewati lampu merah, semuanya tampak normal. Di depan POLDA terjadi kemacetan akibat pertemuan mobil dari 2 arah. Saya mencoba mencari jalan kiri dan keluar jalur beton. Tanah yang tidak rata kembali menunggu. Keinginan untuk lebih cepat dan mendahului kendaraan bermotor yang berjalan tersendat, mematahkan keraguan berjalan di tanah berbatu dan bergelombang. Hajar bleh….biar pengguna jalan lainnya ngiri karena kalah cepet dengan sepeda…… pikirku. Dengan semangat pejuang 45, ku gowes sepedaku seolah berjalan di jalan datar. Tiba-tiba terdengar suara aneh di belakangku…BLETUK. Saat kutengok, nasi bekalku ternyata jatuh. Sial, bukan apa-apa, malu banget orang-orang pada ngeliatin aku mungut nasi bekal. Untung tidak berserakan dan dilindes mobil, tambah malu lagi, orang-orang bisa jadi pada tau menuku hari ini.
Lesson learnt: Ngga usah sok-sokan di jalan, kalo naik sepeda ya ga usah sok ngebalap motor atau mobil lah. Keep cool aja, yang penting tiba dengan selamat dan nasi bekal untuk makan siang tetap tersaji.
Tanggal 23 dan 24 Juli 2008, Palembang mendapat kehormatan menjadi tempat persinggahan Sepeda Obor nusantara yang berawal dari kota Banda Aceh. Dengan persiapan seadanya, akibat koordinasi yang mendadak, tim Bike To Work Palembang berinisiatif untuk menyambut kedatangan obor tersebut.
Obor akan diserahterimakan dari Bupati Banyuasin kepada Walikota Palembang pada hari Rabu tanggal 23 Juli 2008 pukul 16.00 di Sukajadi Km 14. Selanjutnya pukul 16.30 obor akan dibawa dengan melakukan kirab sepeda. Tim Bike to Work Palembang akan mengikuti kirab obor hingga ke rumah kediaman Walikota di dekat Kambang Iwak.
Meeting Point Hari Rabu:
Hari Kamis tanggal 24 Juli 2008 pukul 8.00 pagi, kembali diadakan kirab keliling kota Palembang dimulai dari kediaman Walikota di Kambang Iwak dan berakhir di Kantor Gubernur Sumsel. Selanjutnya pukul 11.30 akan dilaksanakan serahterima kepada Gubernur Sumsel.
Meeting point Hari Kamis:
Dress code:
By : Wardah – Bike To Work Chapter Palembang
Selasa, 25 Juni 2008.
Selamat pagi matahari …..
Wah, pagi ini langit begitu cerah ..
Mubazir rasanya kalau suasana begini enak tidak dimanfaatkan sedemikian rupa.
Kulirik sudut rumahku …
Oww .. sepeda merahku sedang parkir dengan anggunnya, menunggu mencairnya hatiku untuk mengajaknya ke kantor seperti yang biasanya aku lakukan seminggu 2 kali. Read the rest of this entry »
Alhamdulillah, atas ijinNya rekan kita Teddy yang diberi tugas untuk memimpin Rombongan Sepeda Obor Nusantara dengan Sepeda B2W di Jalur Indonesia Barat, hari Selasa pagi jam 8.00 telah berangkat ke
Aceh , dan rekan Mumuy yg diberi tugas untuk Jalur Indonesia Timur 1 tadi malam telah berangkat ke Merauke. Dibawah koordinasi chief Alfa mereka akan `berjuang’ mengkampanyekan Sepeda sebagai alat transportasi yang ramah lingkungan & Hemat energi.
Read the rest of this entry »
Tiga hari sebelumnya, om Harun ngajakin keliling naik sepeda on road. Saya setuju aja, saolnya belum pernah nyobain yang jarak jauh. Minggu subuh tanggal 4 Mei, setelah solat subuh, si starlet abu-abu langsung didandanin supaya bisa bawa xtrada merah ku dan hot road kuning milik om Sidiq. Bike rack yang baru aja dipesen dari Toko Kamunang Cibinong ternyata cukup handal dan kuat untuk membawa 2 sepeda gunung di belakang mobil (thanks to om Dhani ti Bogor). Awalnya agak ragu, soalnya panjang sepeda masih melebihi lebar mobil. Takutnya kalo ga ati-ati bisa nyerempet atau nyangkut. Untungnya subuh itu jalanan sangat sepi. Read the rest of this entry »
Minggu tanggal 6 April 2008, para B2Wers Palembang (Om Sidiq, Om Dedi, Om Harun,Om Risno, Nte Ade, Nte Iis, Om Hasan, Om Adong, Om Agus dan saya) melakukan sosialisasi dan kampanye penggunaan sepeda ke kantor. Dimulai dari Lapangan Parkir Bumi Sriwijaya, kami mulai menyebarkan leaflet yang baru aja dikirim oleh Sekretariat Pusat B2W. 
Komentar Terbaru